Be careful for what you wish for

Aku adalah orang yang sering sekali mempertanyakan "mengapa?", jika Tuhan tidak (juga) mengabulkan doaku. Jika keinginanku tidak terwujudkan. Jika harapanku tidak tercapai. Aku seringkali kesal, bahkan pada Tuhan jika hal itu terjadi, dan merasa aku orang paling sial di muka bumi ini.

Lalu pertanyaan ini mampir di kepalaku. Bagaimana seandainya Tuhan mengabulkan semua doa, semua keinginan, semua harapan dari semua orang pada waktu yang bersamaan? Tidak peduli itu doa, keinginan atau harapan yang baik atau buruk, yang membangun atau menjatuhkan, yang menyenangkan atau menyakitkan, yang membahagiakan atau menyedihkan. Yang terlintas di kepalaku adalah situasi yang amat sangat aneh dan absurd.

Contohnya begini, dari hal yang simpel saja. Ada tiga orang duduk bersebelahan. Saat itu cuaca mendung. Si A berdoa agar hujan turun, si B berharap agar cuaca berubah menjadi cerah, dan si C berpikir seandainya ada hujan salju sekarang ini. Lalu Tuhan mengabulkan ketiganya. Maka yang terjadi adalah seperti ini, hujan turun hanya mengguyur si A, sementara di atas kepala si B cuaca tiba-tiba terang benderang, dan si C menggigil kedinginan sendirian karena tertimbun salju.

Atau seandainya ada ratusan ribu pencari kerja atau calon pelajar atau mahasiswa yang berharap untuk lulus tes masuk sebuah perusahaan atau sekolah atau perguruan tinggi, sementara ruang yang tersedia hanya untuk ratusan orang saja. Dan Tuhan mengabulkan doa kesemuanya. Maka ratusan ribu pencari kerja atau calon pelajar atau calon mahasiswa tersebut akan berdempet-dempetan di ruang yang sempit karena overload.

Atau jika dalam sebuah pesawat, satu orang penumpang berharap cepat sampai di tempat tujuan. Satu orang lagi berharap pesawatnya jalan di darat saja karena takut ketinggian. Satu orang lagi berharap perjalanan berlangsung lama karena naksir sama pramugarinya, dan sang pilot sendiri berharap saat itu sedang ada di rumah karena anaknya sakit. Doa dan harapan terkabul. Penumpang yang ingin cepat sampai tiba-tiba melesat sendiri di atas kursinya dengan kecepatan cahaya agar cepat sampai tujuan. Pesawat tiba-tiba berjalan di darat dan lambat-lambat karena keinginan dua penumpang yang takut ketinggian dan naksir pramugari tadi, dan tanpa pilot, karena sang pilot tiba-tiba sudah berada di rumahnya.

Atau semisal dalam hubungan asmara, si A jatuh cinta dan ingin menikah dengan B. Si B, tergila-gila dan ingin menikah dengan si C. Si C memuja si D dan ingin bersamanya sampai mati. Sedangkan si D, diam-diam mengagumi si A dan berharap bisa menjadi pasangannya. Keinginanpun terkabulkan. Si A menikah dengan B, yang menikahi C, yang berikrar sehidup semati dengan D, yang menjadi pasangan setia A. What a complicated relationship...

Atau ketika sekelompok groupies yang memuja artis idolanya, dan berharap bisa menjadi istri sang artis idola, karena tampan, kaya dan terkenal. Done. Sang artis idola tiba-tiba menjadi raja minyak karena punya banyak istri. Tapi karena terlalu sibuk mengurusi istri-istrinya tersebut, dia jadi tidak sempat bekerja dan bangkrut. Haha... Poligami yang nggak seru. Lain lagi ceritanya kalau si artis idola itu sendiri sebenarnya punya keinginan untuk menyumbangkan semua hartanya dan menjadi seorang pertapa. Hahahaha... Poligami yang lebih nggak seru lagi.

Atau manakala semua orang di muka bumi berharap menjadi orang kaya dan tidak perlu lagi bekerja. Doanya terwujudkan. Semua orang di muka bumi jadi orang kaya, dan tidak bekerja. Akan jadi hidup yang membosankan sekali. Mau nonton TV, tidak ada siaran, karena tidak ada yang bekerja di stasiun TV. Mau belanja, semua pasar atau toko tutup karena tidak ada orang yang berdagang. Semua terminal, stasiun atau bandara berhenti beroperasi karena tidak ada sopir, masinis, pilot dan teman-temannya yang mau menjalankan alat transportasi tersebut. Semua jaringan telepon, jaringan internet, dan jaringan komunikasi lainnya tidak lagi berfungsi karena tidak ada orang yang bekerja mengoperasikannya. Then what kind of life would that be?


Jadi, Tuhan belum mengabulkan semua doa, keinginan dan harapanku, semata-mata karena kebaikanku, dan kebaikan seluruh umat manusia yang ada di seluruh dunia. Karena aku dan semua orang di semesta ini selalu berkaitan. Keinginanku, tanpa aku sadari, berpengaruh pada semua orang. Seperti halnya sekecil apapun hal yang aku lakukan akan mempengaruhi hidup orang lain. Tuhan tidak mengabaikan keluh kesahku. Dia hanya menunggu waktu yang tepat. Dan kapan itu, hanya Dia yang tahu. Yang pasti, ketika itu terjadi segalanya akan menjadi indah, alih-alih aneh dan absurd seperti ilustrasiku tadi..

So, let's wait..

Komentar

Postingan Populer