Mengenal Crochet dan Knitting : Apa Bedanya?

Merajut belakangan ini mulai jadi tren hobi, termasuk di kalangan anak muda, seperti saya (*eh).  Banyak manfaat yang bisa kita dapat dari merajut, antara lain melatih konsentrasi, melatih kesabaran, mengasah jiwa seni, sampai keuntungan finansial. Produk-produk rajutan makin diminati, bahkan beberapa merek produk rajutan buatan Indonesia sudah ada yang merambah pasar internasional. Kalaupun belum bisa menjual, yah minimal hasil rajutanmu bisa dijadikan kado yang lucu untuk orang-orang terdekatmu. Rasanya menyenangkan lho, ketika kita memberikan hadiah dari hasil buatan tangan kita sendiri, dan orang yang kita beri hadiah tersebut menyukainya.😊

Bagi kamu yang tertarik belajar merajut,  sekarang ini bisa belajar dari banyak sumber. Bisa dari buku, Youtube, atau bahkan kursus merajut, baik kursus gratis maupun berbayar. Susah? Ribet? Coba saja dulu, yang penting niat dan semangat. Awalnya tangan mungkin akan terasa kaku, atau benang nyangkut melulu. Tapi lama-lama, dijamin kamu akan kecanduan!

Nah, sebelum mulai belajar, ada baiknya kamu tahu dulu tentang perbedaan antara crochet dan knitting, supaya kamu tahu mana yang akan kamu pilih untuk dipelajari lebih dulu. Aish, apa pula itu? Simak penjelasan singkatnya berikut ya..

Crochet dan knitting umumnya sama-sama disebut merajut. Tapi sebenarnya istilah merajut adalah untuk knitting, sedangkan istilah untuk crochet adalah merenda. Sama-sama menggunakan benang sebagai medianya. Tapi berbeda pada alat dan tekniknya. Crochet menggunakan alat yang disebut hook/hakpen/hakken. Bentuknya seperti jarum dengan ujung yang melengkung yang berfungsi untuk mengait benang. Bahannya bermacam-macam, ada yang dari bambu, aluminium, atau plastik. Sedangkan knitting menggunakan minimal sepasang knitting needle/breien. Jika crochet hook ujungnya melengkung, knitting needle ujungnya lancip. Ada beberapa jenis knitting needle, yaitu Single Pointed Needle (SPN), Double Pointed Needle (DPN), dan circular needle. Masing-masing punya fungsi sendiri. SPN biasa digunakan untuk rajutan yang lurus-lurus seperti syal, DPN biasa digunakan untuk rajutan yang melingkar dalam ukuran kecil. Sedangkan untuk membuat rajutan melingkar yang besar seperti sweater atau topi, bisa menggunakan circular needle. Agak ribet sih memang, lain dengan crochet yang mau bagaimanapun bentuk rajutannya cukup menggunakan satu hook saja. Seperti halnya crochet hook, knitting needle juga ada yang terbuat dari bambu, aluminium, atau plastik.


Karena tekniknya berbeda, maka rajutan yang dihasilkan pun berbeda. Hasil rajutan crochet lebih padat dan tebal dibandingkan hasil knitting. Ini disebabkan karena benang yang dililitkan dan dikait lebih banyak. Sedangkan hasil rajutan knitting akan terasa lebih luwes dan lentur. Kalau saya pribadi sih, lebih suka knitting untuk produk-produk rajutan wearable seperti sweater atau beanie hat. Sedangkan crochet biasa saya gunakan untuk membuat tas atau dompet.


Setelah tahu bedanya, mana yang lebih gampang dipelajari? Hmm, masalah selera sih kalau itu. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan. Tergantung niat dan kenyamanan itu mah. Hehehe. Ada yang lebih menikmati knitting, ada yang cinta matinya dengan crochet. Saya sih suka keduanya. Tergantung proyek apa yang mau saya buat. Yang jelas, belajar merajut, baik crochet maupun knitting tidak ada ruginya. Yaaah, kecuali dompet jadi agak kebobolan karena kecanduan belanja benang. Hahahaha. But it's certainly worth a try! 😊


Komentar

Postingan Populer