2018 : Harapan Baru, Resolusi Baru


"Kamu boleh mati-matian cari uang. Tapi ga peduli sekaya apapun kamu, ada satu hal yang ga akan bisa kamu beli : waktu."

Saya dapat kalimat itu dari seorang teman, bertahun lalu. Dan dia mendapatkan kalimat itu dari kakaknya, yang gemes melihat si teman saya ini ndak kelar-kelar kuliahnya karena sibuk kerja sambilan. Yang diomelin si teman saya ini, eh, saya yang cuma denger ceritanya berasa ikut diomelin juga. Karena waktu itu saya juga di posisi yang sama, kuliah ndak lulus-lulus karena sibuk kerja. Sampai-sampai waktu akhirnya saya wisuda, setelah 7 tahun jadi mahasiswi, teman seangkatan saya udah habis, hahaha.

Iya, 7 tahun. Saya ndak salah nulis. Ini contoh jelek. Jangan ditiru.

Dan memang, waktu adalah sesuatu yang ndak akan terbeli oleh apapun. Pernah nonton film In Time yang dibintangi oleh Justin Timberlake? Di film itu, waktu adalah currency. Orang bertransaksi bukan dengan uang, tapi dengan sisa waktu yang mereka punya. Jadi ceritanya, ketika seseorang menginjak umur 25 tahun, secara fisik mereka akan berhenti menua, tapi di saat yang bersamaan, di tangan mereka akan muncul semacam timer yang menunjukkan berapa sisa umur mereka. Dan sisa umur itulah yang digunakan untuk segala macam transaksi. Orang bekerja, digajinya bukan dengan uang, tapi dengan waktu. Beli apa-apa, bayarnya pakai waktu. Dan hitungan mundur itu terpampang nyata di pergelangan tangan. Detik demi detik, menuju akhir hidup. Ngeri ya? Apa? Belum nonton? Nonton, gih. Justin Timberlake macho banget tuh di situ. #eh

Foto : Pixabay

Saya jadi berpikir, sebenarnya kita semua juga hidup dengan hitungan mundur itu. Tapi bedanya timer kita ndak kelihatan. Akibatnya kita sering lupa, kalau waktu tidak bisa diputar ulang, dan bukannya memanfaatkan sebaik-baiknya malah menghamburkannya dengan semena-mena.

Kita? Lo aja kali!
Iya deh, saya.

Saya akui, saya orang yang kurang disiplin waktu. Biasa tuh, sudah bikin rencana ini itu, dijadwalkan serapi mungkin, eh, ujung-ujungnya kalah sama godaan gegoleran di kasur. Atau kebablasan main gadget. Selalu adaaa saja alasan untuk menunda-nunda pekerjaan. Terus kalau sudah, menyesal deh, kenapa ndak  dikerjain tadi sih? Tuh kaaaan.... Bikin rencananya sih jago, komitmennya yang susah.

Makanya, saya paling malas bikin daftar resolusi tiap awal tahun. Karena seringnya mah jadi rencana doang. Ndak ada satupun yang terwujud. Go with the flow saja lah. Tapi ternyata, resolusi itu perlu. Mematok target itu penting. Supaya arah hidupnya jelas, dan terus maju, bukannya jalan di tempat atau malah mundur.

Tahun 2017 ini Alhamdulillah banyak membawa berkah buat saya. Beberapa kali saya dapat rezeki dari blog. Padahal saya baru aktif lagi ngeblog ya setahun belakangan ini. Dulu ndak pernah kepikiran sama sekali kalau dari ngeblog saya bisa dapat penghasilan. Selain rezeki berupa materi, ngeblog juga membawa rezeki pada saya berupa teman-teman baru. Coba saya tahu dari dulu, ndak bakal vakum deh ngeblognya. Tuh kaaan...!

Selain dari blog, di bidang craft pun saya juga dapat banyak berkah, baik berupa materi, ilmu baru, atau teman baru. Seperti belajar menganyam eceng gondok bersama teman-teman Komunitas Perajut Quiqui Makassar dalam beberapa waktu yang lalu.

Dari berkah yang saya dapatkan di tahun 2017 ini, semakin jelas arah tujuan hidup yang ingin saya jalani : jadi blogger dan crafter handal. Eciee handal. Hahaha. Etapi beneran, dulu, saya bisa dibilang ndak punya passion. Saya sibuk kerja dari pagi sampai petang, tanpa sempat berpikir, saya ini sebenarnya maunya apa? Ini nih, gegara falsafah hidup go with the flow tadi. Terlalu selow hidup saya. Dan setelah berhenti kerja, saya jadi bingung, terus saya mau ngapain sekarang? Ini gegara ndak pernah punya tujuan hidup yang jelas ya begini nih. Padahal, timer waktu saya terus berjalan, dan saya ndak tahu berapa  sisa waktu saya. Jadi merinding ih, mikirnya.

Oleh karena itu, saya bertekad, mulai tahun 2018, saya akan lebih bersungguh-sungguh menjalani hidup dan mengurangi hura-hura waktu yang tidak berfaedah. *pasang ikat kepala*. Umur saya udah segini, sementara di luar sana banyak anak-anak muda yang jauh lebih sukses dari saya. Masa' saya mau kalah sama mereka?

Untuk itu, saya pun sudah membuat target, alias resolusi untuk tahun 2018, yaitu :

1. Update blog minimal seminggu sekali.

Seperti yang saya bilang di atas, awalnya saya ngeblog cuma buat hore-hore. Update tulisan baru tergantung mood yang lebih banyak malasnya daripada rajinnya. Tapi saya bertekad, mulai tahun depan saya akan rajin mengisi blog, minimal seminggu sekali. Ini penting buat saya untuk melatih disiplin dan mengasah kemampuan menulis saya. Selain itu biar blog saya ndak sepi-sepi amat, biar ndak dipenuhi sarang laba-laba.

Foto : Pixabay


2.
Serius berbisnis craft.

Selama ini saya ber-crafting ria hanya sebagai hobi. Kalaupun ada orang yang pesan atau beli, saya anggap sebagai bonus. Saya lebih suka merajut atau membuat kerajinan lain untuk diri sendiri atau sebagai hadiah. Tapi belakangan, pesanan yang datang lumayan meningkat. Alhamdulillah. Saya jadi berpikir, mungkin ini saatnya saya serius berbisnis craft ini. Saya juga sudah mulai sering ikut kelas atau workshop tentang bisnis, terutama bisnis online. Karena saya sadar, saya ndak jago jualan. Mudah-mudahan (dan harus diusahakan banget) tahun depan bisnis ini bisa serius saya kerjakan.


3. Belajar menjahit

Saya bisa sih menjahit. Asalkan jahitan yang lurus-lurus doang. Hahaha. Jadi kalau cuma jahit sarung bantal mah saya jago. Eh, ndak juga ding, kadang masih miring-miring juga hasil jahitannya hihihi. Tapi serius, bisa menjahit itu banyak manfaatnya. Niat belajar menjahit sih sudah lama, terutama setelah punya anak. Pengennya dandanin anak pakai baju cantik-cantik, tapi dududu harga baju anak-anak kadang ndak masuk akal saya, hahaha. Di situlah timbul niat untuk belajar menjahit, biar bisa bikinin baju cantik-cantik buat anak tanpa bikin kantong jebol. Tahun depan, niat itu harus diwujudkan.

4. Kembali ke gaya hidup sehat

Sekira 4 tahun yang lalu, saya sempat menjalani pola makan food combining selama kurang lebih satu tahun. Bukan diet, ya. Tapi mengatur pola makan. Memperbanyak makan sayur segar dan buah, dan mengurangi konsumsi protein hewani. Selama menjalani pola makan itu, saya merasa tubuh saya lebih segar, jarang sakit, dan itu sangat mempengaruhi mood saya.

Tapi itu cuma bertahan setahun. Saya kalah oleh godaan bakso, mie ayam, martabak, cilok, dan teman-temannya. Iya, saya selemah itu . Akibatnya, migrain yang sempat absen beberapa waktu, mulai rutin datang lagi. Saya juga jadi gampang kena flu dan batuk. Sebagai emak-emak yang (sok) sibuk, sakit itu sungguh merepotkan. Emak-emak itu ndak boleh sakit, kalau sakit jangan lama-lama.

Kalau sudah sakit, baru deh menyesal, kenapa makan sembarangan, kenapa ndak tetap di jalan hidup sehat, dan seterusnya dan seterusnya. Tapi ya gitu deh, menyesal doang tanpa bertindak apa-apa . Untungnya ada Theragran-M, vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan.


Kenapa bagus? Karena Theragran-M bukan cuma multivitamin, tapi ada kandungan mineral juga yang bagus buat tubuh. Selain mengandung vitamin A, D, B1, B2, B6, B12, C, E, Niasinamida, dan Kalsium Pantotenat (lengkap banget, yak!), Theragran-M juga mengandung mineral seperti Iodium, Besi, Tembaga II, Mangan II, Magnesium, dan Seng. Kombinasi antara multivitamin dan mineral ini terbukti mampu meningkatkan, mengembalikan, dan menjaga daya tahan tubuh. Selain itu Theragran-M adalah vitamin yang bagus untuk masa pemulihan setelah sakit. Theragran-M juga sudah diresepkan oleh para dokter selama 40 tahun (sejak tahun 1976). 

Waktu tidak berjalan mundur, pun tidak bisa diulang. Dan seiring waktu, tubuh kita beserta organ-organnya pun akan menua, dan menurun fungsinya. Kita ndak bisa menghentikannya, tapi bisa memperlambat dengan pola hidup sehat tadi. Banyak makan sayuran segar dan buah-buahan, kurangi konsumsi makanan instan, kurangi gula dan garam, minum cukup air, makan-makanan yang cukup vitamin dan mineral, dan bila perlu minum multivitamin seperti Theragran-M.

Intinya mah, tahun depan saya ndak mau berleha-leha lagi. Mimpi saya masih banyak, sementara saya ndak tahu waktu saya masih seberapa banyak. Jadi untuk meraih semua mimpi-mimpi itu, saya harus mencambuk diri sendiri untuk lebih disiplin. Nah, kalau kalian, resolusi untuk tahun 2018 apa?



**Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.

Komentar

  1. Aamiinnn aamiiinn... Smoga tercapai smua resolusinya kak 🙏🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Semoga nda kalah sama malas..

      Hapus
  2. Betapa cepatnya waktu berlalu yah... Huftttt aku jd merenung sibuk apaaaaah aku selama iniih hhehehe

    Semoga resolusinya semua bisa tercapai... Aku blm bikin resolusi apapun huhyhy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa... Tahu-tahu udah mau tahun baru aja..

      Aamiin.. Semoga tahun depan nda banyak waktu terbuang sia-sia lagi.

      Hapus
  3. Saya juga sering merasa tdk dpt memanfaatkan waktu dg baik. Permasalahan utamanya adalah hobi nunda pekerjaan dan ketika mepet DL baru deh rusuh. Ini juga nih yg hrs Saya perbaiki. Theragram multivitamin yg sdh pernah Sy minum utk menjaga stamina krn Sy suka bgt piknik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang itu hobi yang harus banget dihilangin. Semoga tahun depan jadi lebih baik yaaa...

      Hapus
  4. Semoga terlaksana semua targetnya ya.
    kalau suamiku selalu ingatin untuk sholat tepat waktu, biar apa yang dilaksanakan atau dilakukan tepat waktu juga :)

    BalasHapus
  5. Wah resolusinya sesuatu yang nggak bisa saya kerjakan. Yaitu merajut n menjahit. Kurang seneng soalnya. Makanya buat seseorang bisa menjahit dan merajut itu, hebat. Semoga tercapai ya resolusinya 😃

    BalasHapus
  6. Semoga semua resolusinya bisa terwujud dengan lancar kak.. Aku juga harus bikin resolusi buat tahun depan nih...

    BalasHapus
  7. Betul mba, waktu tak bisa dibeli. Waktu muda fisik kuat tapi kerja keras buat uang. Udah tua, banyak uang, tapi ga ada waktu hehehe

    BalasHapus
  8. gaya hidup sehat ini yang aku juga masih sering abai Mba :(

    BalasHapus
  9. Wahh semoga resolusinya tercapai ya Mbaa

    Aku pengen menjalani pola hidup sehat aja, sehat jiwa dan raga

    BalasHapus
  10. Semoga resolusinya tercapai ya...
    Amin.

    BalasHapus
  11. Yes, kembali ke gaya hidup sehat. Semoga konsisten yaa *ngomong sama diri sendiri

    BalasHapus
  12. Tahun depan lebih semangat lagi ya mbak, semoga dengan mendisiplinkan diri segalanya jadi lbh baik aamiin semangat :D

    BalasHapus
  13. Aku juga 7 tahun baru lulus loh Mbak... semester 6 nikah terus malah dapat kerjaan, skripsi akhirnya tertunda... wkwkw

    Tapi Alhamdulillah, sekarang sudah lulus

    BalasHapus
  14. Aku ya, ga banyak resolusi tapi keinginan banyak, sama ga ya... Soalnya kuatir ga kesampaian

    BalasHapus
  15. Gak kerasa yaa....sebentar lagi sudah mau tahun baru lagi.
    2018.
    Apa yang ingin aku capai?

    Ingin bisa bahasa Arab dan nambah hapalan Qur'an.
    Ingin rutin baca buku.
    Ingin nulis blog dengan rajin.

    BalasHapus
  16. Godaan makanan emang berat. Bakso dan kawan kawannya. Semoga terwujud resolusi thn depan.

    BalasHapus
  17. semoga resolusinya bisa terwujud

    BalasHapus
  18. Lulus tepat waktu atau lambat gak menjamin kesuksesan kok *sama2 telat lulusnya*


    Sama aku juga masih suka leha-leha, harus bgt diberesin time management nya nih.

    BalasHapus
  19. Ahhh.. Yahh bener kak.. Saya juga si(penunda kesenangan) suka nunda-nunda, kalau sudah buang banyak waktu baru nyadar kalo itu sia-sia.

    Semoga resolusinya tercapai yah kak, dan thanks juga, jadi banyak belajar dari tulisan ini hihi.

    BalasHapus
  20. Saya juga kak, jarang membuat resolusi. Seringnya malah membuat khayalan hahah... Tapi sepertinya tahun depan akan bersolusi. Hihi

    BalasHapus
  21. Buat saya gadget itu biang kerok bikin waktu terbuang tanpa hasil nyata, tapi tetep ini gadget sampai detik ini selalu dikekepin. Semoga resolusinya bisa terwujud semuanya ya.

    BalasHapus
  22. Semoga semua resolusi tercapai tahun ini ya Ayi :)

    Btw saya salah fokus di lama waktu kuliah, saya juga yg terakhir ujian tutup di angkatanku, keasikan bekerja dan berkomunitas ��

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer