Sepotong Cerita di Kalibiru



Tujuan utama liburan saya dan teman-teman awal bulan ini memang menghadiri Festival Payung Indonesia 2018 di Taman Lumbini, kompleks Candi Borobudur. Tapi selain itu, kami juga menyempatkan untuk jalan-jalan ke tempat-tempat lain juga. Mumpung banget bisa liburan, jadi dimaksimalkan sekuat tenaga pelesirannya. Niatnya sih begitu, meskipun realitanya ndak semulus rencana, hahaha.

Sehari sebelum pergi ke Borobudur, saya menemani teman-teman pelancong amatir saya ini keliling Jogja. Mereka baru datang sore sebelumnya, sementara saya sudah duluan seminggu sebelumnya. Jauh sebelum berangkat, mereka sudah punya wacana mau ke sini, mau ke situ. Tapi pas sampai hari H-nya, arah dan tujuan hidup mereka malah  jadi ndak jelas. Ditanyain mau ke mana, malah balik nanya, "mana bagus?" Ealah. Cuma satu tujuan yang pasti, yaitu requestnya Nanie untuk mengunjungi pengrajin eceng gondok di sentra kerajinan serat alam, Desa Salamrejo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulonprogo.

Ya sudah, tujuan pertama pengrajin eceng gondok dulu, sambil tanya-tanya teman saya yang mengantar jalan-jalan di mana tempat wisata yang dekat dengan lokasi pengrajin tadi. Oleh teman saya, kami disarankan ke Wisata Alam Kalibiru. Saya sudah sering sih dengar namanya, foto-fotonya juga sering berseliweran di akun-akum Instagram wisata Jogja. Setelah tanya yang lain, mereka juga setuju, jadi deal, tujuan selanjutnya adalah Wisata Alam Kalibiru.

Obyek wisata ini terletak di Sermo, Hargowilis, Kokap, Kulonprogo, sekitar 1-1,5 jam lah dari pusat kota Jogja. Berlokasi di dataran tinggi, sekitar 450 mdpl, membuat tempat ini cukup sejuk. Sebelum masuk area Waduk Sermo, pengunjung diharuskan membayar retribusi sebesar sepuluh ribu rupiah. Ini bukan tiket masuk Kalibiru ya... Nanti pas sampai lokasi wisatanya masih harus bayar lagi. Jalan menuju Kalibiru lumayan berkelok-kelok, menanjak, dan sempit. Jadi harus ekstra hati-hati. Harus benar-benar dipastikan kendaraan dalam kondisi baik, untuk memininalisir terjadinya hal-hal yang ndak diinginkan. Tapi jalannya sudah bagus kok, sudah aspal mulus dan bukan jalan berbatu.

Menikmati Waduk Sermo dari ketinggian

Dengan kondisi jalan yang lumayan ngeri-ngeri sedap itu, untungnya ada para petugas yang selalu berjaga dan mengatur jalan supaya aman. Mereka saling berkomunikasi dari satu titik dengan titik yang lain. Jadi, kalau ada kendaraan yang mau naik, ditanyain dulu nih sama petugas yang di atas, ada kendaraan yang mau turun atau ndak. Kalau ada, maka yang mau naik harus menunggu sebentar sampai jalan kosong. Lumayan membantu banget sih. Ramah-ramah pula petugasnya.
Dari tempat parkir kita masih harus berjalan untuk masuk ke obyek wisatanya, dan jalannya lumayan menanjak. Sebelum masuk pengunjung harus membayar tiket dulu sebesar sepuluh ribu per orang, anak-anak gratis. Sepanjang jalan masuk terdapat warung-warung penjual makanan di kanan dan kiri jalan. Harga makanannya pun masih sangat terjangkau, ndak jauh beda dari harga normal (harga warung makan non obyek wisata, maksudnya).

Di sini, kita bisa melihat Waduk Sermo dari ketinggian. Pemandangannya keren banget. Itulah sebabnya dibangun beberapa platform yang bisa digunakan pengunjung untuk berfoto-foto ria. Selain platform selfie, ada juga area outbond yang bisa dicoba oleh pengunjung. Tapi ndak gratis yaa..., kita harus bayar lagi kalau mau naik ke spot-spot foto atau area outbound tersebut. Tarifnya beda-beda, berkisar antara 10-20 ribu per orang, per platform. Jadi kalau kamu mau foto di tiga platform yang berbeda, ya bayarnya tiga kali. Pihak pengelola juga menyediakan jasa foto, sekalian dengan cetaknya. Kalau mau yang gratis, ya foto pakai kamera sendiri. Petugasnya mau kok bantu fotoin. Kami kemarin cuma mencoba satu spot sih, sayang kalau keluar uang banyak cuma buat foto-foto doang.


Yang berfoto di sini harus pakai tali pengaman

Waktu kami tiba di sana, kebetulan pas jam istirahat, jadi semua wahana tutup sementara. Sambil menunggu kami duduk-duduk menikmati pemandangan, sambil mengawasi duo krucil, Kirana dan Ridwan (anaknya Nanie) yang ndak berhenti lari-lari dan bikin saya jantungan. Lalu datanglah seorang turis bule dan seorang lagi yang saya duga adalah tour guide-nya.

Kirana dan Ridwan
duo krucils yang selalu bikin geregetan emak.

"So, here you can take photos on those spots, and show it to everybody. Like your girlfriend, maybe?" ujar si tour guide.

Di luar harapan, mas Bule itu malah cuma nyengir ill feel.

"Or..., maybe we can just sit here and have some cigarettes," ujar si tour guide lagi sambil menawarkan rokok pada mas bule, sepertinya menyadari tampang kecewa mas bule.

Selanjutnya mas bule dan tour guide-nya itu ngobrol. Saya ndak berniat nguping, tapi karena jarak kami berdekatan, dan mereka ngobrolnya ndak bisik-bisik, jadi kedengaran lah di kuping saya.

Si Mas Bule dan tour guidenya

"I got a gift yesterday for a free trip, and they asked me to choose. I didn't know much, but from it's name I thought this place is cool so I chose it. I thought there will be real nature, you know, like jungle, and animals... Turned out it's just..., some selfie spots...," kata si mas Bule sambil tertawa.

Si tour guide nyengir, saya juga auto nyengir. Agak-agak keki gimanaa gitu, tapi ya memang seperti itu trend-nya di sini sih, di mana eksistensi di sosial media itu penting. Ye maap ye, Mas Bule...

Mas Bule dan tour guide-nya masih lanjut ngobrol. Sementara jam istirahat sudah berakhir, jadi saya dan teman-teman pun segera merapat ke salah satu wahana, dan foto-foto dengan bahagia. Yah, meskipun diselingi drama anak kecil yang menangis membahana karena takut ketinggian sih. Puas foto-foto, kami pun kembali ke mobil, dan melanjutkan perjalanan. Jadi ke Kalibiru cuma buat foto-foto doang? Ya..., emang iya sih, hahaha.




Emak yang satu gagal foto kekinian
karena anaknya nangis 😂

Komentar

  1. Asyiiikk bisa holiday ke Jogja yang spot wisatanya semakin ke sini semakin nambah. Eh iya juga si si mas bule itu. Wisata orang kita memang lebih banyak bukan untuk mengenal dan menikmati objek dan tempat wisatanya lebih dalam, tapi sekedar buat eksis aja. Ya kaan.. . Ya kaan.

    BalasHapus
  2. Duuuh..asyiknya yang liburan bareng. Pengen ta juga gangggg!!

    BalasHapus
  3. Ke Yogya terakhir tahun 2009 duh mupeng deh wisata ke kalibiru ini :)

    BalasHapus
  4. Duh, tempatnya asyik buat foto-foto. Memang sih belum lengkap jalan-jalan tanpa foto.

    BalasHapus
  5. huhuhu selama ini aku cm dengar namanya...semoga kapan kapan bisa kesana keren banget ternyata

    BalasHapus
  6. Keren pemandangannya ya,kak ... , terbayar sesampai disana setelah melewati rutenya yang cukup bikin dag dig dug 😁

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer