Melancong ke Batu (2) : Jatim Park 2 - Eco Green Park



Ini adalah cerita lanjutan saya tentang liburan singkat saya dan teman-teman ke Batu bulan September lalu. Hahaha, kelamaan yah? Begini ini kalau blogger ala ala. Nulisnya tergantung mood. 

Sebelum baca ini, kalian bisa baca tulisan sebelumnya : Melancong Ke Batu (1) : Coban Talun dan Rabbit Field.

Hari kedua di Batu, saya bangun agak kesiangan. Di ruang tamu Ina sudah duduk-duduk bersama berbagai jajanan yang entah dia beli dari mana. Hari ini kami berencana akan ke Jatim Park 2, lagi-lagi berdasarkan baca review dan nonton YouTube. Pengennya sih ke Jatim Park yang lain juga, tapi waktu dan budget ndak mencukupi. Kami pilih ke Jatim Park 2 karena di Makassar ndak ada kebun binatang. Jadi ini kesempatan bagus untuk memperkenalkan anak-anak dengan berbagai jenis binatang yang selama ini cuma bisa mereka lihat di buku atau layar televisi. Yah, untuk emak-emaknya juga sih.

Kami berangkat dari homestay sekira jam sepuluh lewat banyak. Unga memilih tinggal di homestay dan nonton drama Korea. Katanya, waktu leyeh-leyeh adalah harta yang berharga buat dia. Baik.

Perjalanan dari homestay ke Jatim Park 2 hanya sekira 10 menit. Tadinya kami mau ke Jatim Park 2 dan Museum Satwa saja, takut waktunya ndak cukup. Tapi demi melihat harga tiket terusan 3 obyek wisata (Batu Secret Zoo - Museum Satwa - Eco Green Park) yang hitungannya lebih hemat, maka kami pun memutuskan mengunjungi Eco Green Park juga. Lumayan lho selisihnya. Kalau 2 obyek wisata saja, Batu Secret Zoo dan Museum Satwa, harga tiketnya Rp. 120.000. Kalau terusan dengan Eco Green Park cukup menambah Rp. 30.000 jadi Rp 150.000. Sedangkan tiket ke Eco Green Park saja Rp. 70.000. Lumayan kan hemat Rp. 40.000? #emakirit. Oh iya, harga di atas adalah harga weekend dan hari libur ya, kalau hari biasa harga tiketnya diskon 30%.

ECO GREEN PARK

Oleh mbak petugas loket kami disarankan untuk mengunjungi Eco Green Park terlebih dahulu, baru Museum Satwa, dan terakhir Batu Secret Zoo. Dari tempat pembelian loket ke Eco Green Park bisa menggunakan shuttle train gratis, semacam kereta kelinci begitu, hihihi. Kami memilih berjalan kaki saja. Jaraknya sekitar 400-an meterlah.


Begitu masuk, pengunjung disambut oleh kolam ikan koi yang luas, berlatar belakang miniatur candi-candi di Indonesia. Sesuai dengan namanya, Eco Green Park ini mengangkat tema tentang lingkungan, mulai dari daur ulang, pengolahan sampah, laboratorium pengolahan susu, taman biogas, sampai rumah hidroponik. Selain itu juga terdapat berbagai jenis burung dari berbagai belahan dunia, dari yang kecil sampai yang besar, dari yang masih banyak sampai yang hampir punah.


Menurut informasi, luas Eco Green Park sekitar 3,5 Ha. Kalau capek berjalan, kita bisa menyewa e-bike dengan tarif seratus ribu rupiah/3 jam. Wahana pertama yang dikunjungi adalah Rumah Serangga. Di sini kita bisa melihat berbagai jenis serangga, dari kupu-kupu, belalang, sampai laba-laba. Kirana dan Ridwan sibuk mencari dan menebak-nebak di mana serangganya sembunyi, karena banyak di antaranya yang berkamuflase menyerupai daun atau ranting.


Oiya, sebelum sampai di wahana Rumah Serangga ini kita bakal ketemu beberapa patung dari barang-barang bekas. Salah satunya patung dari ponsel jadul bekas. Cubanget ih.


Keluar dari Rumah Serangga, langsung masuk di area Walking Bird. Di sini kita bisa lihat berbagai jenis burung besar, seperti kasuari dan burung unta. Setiap burung yang ada di sini disertai informasi tentang negara asal, habitat, makanan, sampai tingkat kerentanannya terhadap kepunahan.




Selain burung-burung besar, di Eco Green Park ini juga terdapat wahana World of Parrot, burung beo dari seluruh dunia ada di sini, yang ternyata ada banyaaaak jenisnya, dan warna bulunya cantik-cantik. Kayaknya sih burung beo yang di film animasi "Rio" ada juga di sini deh. Di area ini, kita juga bisa berfoto bersama burung-burung beo tersebut. Cukup bayar seikhlasnya untuk membantu konservasi.

Area favorit lainnya adalah Owl House dan Penguin Show. Iya, ada pinguin di sini. Pinguinnya bukan pinguin kutub sih, melainkan pinguin tropis. Tapi mereka sama lucunyaaa. Di Owl House, ada burung hantu yang mirip punya Harry Potter, tapi nda seputih Hedwig warnanya. Saya juga baru tahu kalau burung hantu-pun banyak jenisnya ternyata.
Di Eco Green Park ini juga ada Rumah Terbalik. Itu tuh, wahana untuk foto-foto dengan settingan segala macam benda-benda dipasang di atas dan terbalik. Wahana seperti ini lagi hits, di mana-mana ada. Kami cuma masuk saja di situ, tapi ndak foto-foto. Mungkin karena suasana di dalamnya remang-remang, yang ada malah bikin saya pusing. 

area food court

Sebelum lanjut ke Museum Satwa, kami makan siang dulu di area food court. Harga makanan di sini sangat terjangkau. Ndak beda jauh dengan harga makanan di luar. Jarang-jarang kan, ada tempat makan di dalam obyek wisata terkenal yang harganya terjangkau?

MUSEUM SATWA

Setelah kurang lebih 3 jam mengelilingi Eco Green Park, kami melanjutkan perjalanan ke Museum Satwa. Awalnya saya underestimate sama tempat ini. Dari  review yang sudah pernah saya baca, di dalam Museum Satwa ini berisi patung-patung binatang yang diawetkan. Di bayangan saya ya cuma patung-patung binatang yang dijejer-jejer saja. Ndak menarik. Malah cenderung horor. Waktu kecil saya pernah mengunjungi Museum Biologi di Jogja, yang di dalamnya juga terdapat beberapa binatang yang diawetkan. Tapi penataannya ndak menarik, ditambah bau pengawet yang menyengat, membuat saya semacam trauma. Nah, di bayangan saya, Museum Satwa di Jatim Park 2 ini semacam itu.



Ternyata saya salah besar. Memang sih, di dalamnya berisi binatang-binatang yang diawetkan, tapi displaynya sangat menarik. Patung-patung binatang itu dibuat diorama, dengan skenario yang menarik, dan digambarkan seperti di habitat aslinya. Banyak binatang yang berasal dari benua lain, yang biasanya hanya kita lihat di televisi, majalah, atau internet. Setiap diorama ditutup dengan dinding kaca yang tebal, jadi ndak ada bau pengawet yang tercium. Keren banget pokoknya mah.



BATU SECRET ZOO

Selesai dari Museum Satwa, lanjut ke Batu Secret Zoo. Kebun binatang ini berada di area seluas 14 hektar, dengan lebih dari 300 koleksi binatang dari berbagai negara. Ridwan bahagia sekali, karena ini pertama kalinya dia ke kebun binatang. Kirana juga ndak kalah happy, meskipun sudah beberapa kali ke kebun binatang Gembiraloka di Jogja, Batu Secret Zoo ini jauuuh lebih luas dan lebih bagus.

Di Zona monyet 


Di sini juga banyak koleksi binatang yang selama ini cuma bisa dilihat di film-film atau tayangan televisi. Serunya, untuk  binatang-binatang yang pernah tampil di film animasi, ditempel juga tuh gambar si karakter film itu di depan kandangnya. Misalnya gambar King Julien dari film Madagascar dipasang di depan kandang lemur, atau Gloria, dari film Madagascar juga, dipasang di depan kandang mini hippo. Kirana biasanya langsung heboh deh tuh begitu lihat gambar karakter-karakter film animasi itu. Berasa sudah akrab. Sok kenal dia.
Sebagian besar kandang binatang di Batu Secret Zoo ini dibuat dekat dengan pengunjung, jadi pengunjung bisa melihat binatang-binatang itu lebih jelas. Tapi meskipun dekat tetap aman kok.


Alpaca, bulunya biasa dibikin benang

Selain melihat berbagai jenis binatang, di Batu Secret Zoo ini juga ada berbagai wahana permainan. Hampir semua wahana permainan di sini ramah anak, alias aman dan ndak ekstrim. Dan gratis, ini yang penting, hahaha. Kirana yang mulai loyo karena capek jalan, langsung semangat lagi waktu lihat zona permainan ini. Dia paling bahagia waktu naik mini roller coaster. Saya udah teriak-teriak, eh dia ketawa-ketawa senang. Iya sih, sayanya aja yang cemen.



Sayangnya, waktu sudah keburu sore. Kami bahkan belum sempat nyobain semua permainannya, dan belum sempat ke zona kucing-kucing besar. Agaknya memang harusnya kami datang lebih awal lagi sih. Ya sudahlah, anggap saja itu alasan buat balik ke Batu lagi, hahaha.

Buat kalian yang mau jalan-jalan keliling Eco Green Park-Museum Satwa-Batu Secret Zoo seperti kami, ada beberapa tips yang bisa saya kasih untuk kalian :

  • Datang lebih awal. Kalau perlu sejak dibuka pagi hari. 
  • Pakai sepatu yang nyaman. Capek cyiin..., jalan kakinya jauh amat. Meskipun kalian sewa e-bike sekalipun, ada spot-spot tertentu yang tidak diperbolehkan menggunakan e-bike.
  • Pastikan baterai kamera/ponsel penuh. Banyaaak sekali yang bisa dipotret di sini. Sayang banget kalau terlewat karena baterai habis. Bawa powerbank juga untuk jaga-jaga. Dua kalau perlu.

Overall, saya belum puas jalan-jalan ke Batu. Masih banyaaaak lagi tempat yang belum saya datangi. Mudah-mudahan ada rezeki ke sana lagi. Aamiin!

Komentar

  1. Pertanyaanya; kapan ya yang beginian juga ada di Makassar? Biar anak-anak liburannya nda ke mall melulu hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tanyakan pada rumput yang bergoyang kalau itu, Daeng. Etapi, mulaimi ada kebun binatang mini tawwa di beberapa obyek wisata. Mudah-mudahan nanti ada kebun binatang betulannya.

      Hapus
  2. Ini kayaknya luas banget ya kak. Pengen juga ada kebun binatang di Makassar, atau sekalian bisa berkunjung ke sini juga 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Luaaaassss banget. Seharian itu jalan kelililingi hampir non stop. Mudah-mudahan ada juga dibikin kayak begini di Makassar atau dekat-dekatnya Makassar deh..

      Hapus
  3. terakhir ke jatim park waktu tahun 2013, ah jd kangen.. terus food court nya jg sudah kece abis, dulu tidak kayak gitu. semoga bisa ke sn lg :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Iya Food courtnya bagus, bersih, makanannya enak dan murah.

      Hapus
  4. Waaah, sama dong kita kak.. menulis ketika mood lagi bagus, apalagi tulisan yang tidak butuh deadline hihihi. Malang khususnya Batu memang oke sekali kalau untuk liburan keluarga. Pertama kali kesana langsung mikir harus balik ke sana setelah punya keluarga sendiri hihi. Trus trus gak ditulis kah pengalaman coba bakso Malang yang terkenal itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sayangnya saya nda sempat nyobain bakso, hahaha. Harus memang balik ke sana lagi ini sih...

      Hapus
  5. Seru banget ya bisa mengunjungi 3 tempat skaligus dengan harga hemat. Tapi mesti datang lebih pagi dan siapin fisik biar kuat ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, siapin betis terutama. Kencang sekali betis dibawa jalan seharian, hahaha.

      Hapus
  6. Seru! datang lebih pagi biar bisa lebih puas keliling-keliling atau kasi cukup dua atau tiga hari biar bisa dikelilingi semua hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iye, nda cukup sehari memang kayaknya kalau mau puas keliling. Apalagi kalau mau ke obyek wisata yang lain juga.

      Hapus
  7. Wahh ,,kreatif banget. .Saya amat tertarik dengan patung yang dirakit dari ponsel2 jadul itu, jadinya barang yang dibuang bisa bernilai lagi jika di olah dengan baik dengan pikiran kreatif. .

    BalasHapus
  8. Entah kenapa saya sedih melihat hewan-hewan yang dikurung seperti itu. :(

    BalasHapus
  9. Luar biasa Jatim. Seandainya saja di Sulsel ada yang seperti ini.

    BalasHapus
  10. Suka bawa anak2 melipir ke tempat yg beginian, bisa melihat satwa yg sebagian besar belum pernah mereka lihat sebelumnya. Walaupun itu hanya patung tp cukuplah mewakili wujud aslinya. Yg jelas Anak2 jadi kaya akan pengetahuan ttg fauna.

    BalasHapus
  11. Jatim park 2 memang luas sekali ya kak, sehari rasanya kurang cukup untuk explore semua...

    BalasHapus
  12. satu lagi nih tempat wisata recommended yg bakal aku jadikan list untuk ajak keluargaku jalan2.. Jatim Park tak hanya ecogreen, tapi juga kreatif :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer