Cerita di Balik Donasiku Alfamart



Saya tiba di sebuah rumah di Jalan Perintis Kemerdekaan VI Makassar bersama Alfu dan Mutia, teman blogger Makassar, sekira jam 10.30 pagi itu. Agak ngaret dari yang seharusnya jam 10 pagi. Ndak lama kemudian datang juga Nanie. Kami disambut oleh mbak Ulfa, dan diantar masuk ke dalam rumah. Di dalam sudah cukup ramai, belasan perempuan berseragam merah-merah memenuhi ruangan tamu. Ada juga beberapa anak-anak dan ibu-ibu serta beberapa orang bapak.

Kami sempat berputar-putar dulu mencari alamat rumah ini. Sebuah rumah yang didominasi oleh warna putih. Di bagian depannya ada sepetak halaman rumput. Tidak ada penanda khusus di rumah ini, hanya ada warna merah, biru, dan kuning yang cukup mencolok di bagian atas rumah.  Saya memperhatikan sekeliling ruangan, ada poster besar tertempel bagian atas ruang tamu, beberapa banner, foto-foto dan dekorasi dinding. Di dalam rumah seluas kurang lebih 200 meter persegi ini juga terdapat sebuah kantor kecil, 4 kamar dengan total 12 tempat tidur, dapur, sebuah musholla, sebuah ruangan belajar di bagian samping rumah dan lahan kosong di bagian belakang rumah yang digunakan sebagai tempat bermain.


Rumah itu adalah rumah singgah untuk anak penderita kanker. Mbak Ulfa, Corporate Communication Alfamart, menjelaskan bahwa rumah ini adalah hasil dari donasi konsumen Alfamart. Jadi kalau tiap habis belanja terus ditawarin sama kasirnya apakah kembaliannya mau didonasikan, salah satu hasil donasinya adalah rumah singgah ini. Mendengar penjelasan mbak Ulfa, saya cuma bisa bilang, "ooh, saya baru tahu..." sambil terkagum-kagum. Saya memang ndak pernah dengar sebelumnya tentang penyaluran dana donasi Alfamart. Jadi selama ini memang kadang agak gimana gitu juga sih, kalau ditawarin untuk donasi. Tapi daripada dikasih kembalian permen, yang lebih ndak berguna buat saya, lebih baik sih didonasikan saja, sambil berharap kalau uang itu benar-benar didonasikan ke orang-orang yang membutuhkan.

Tentang Donasiku Alfamart

Ternyata, rumah singgah ini sudah berdiri sejak 2014. Lumayan sudah lama juga. Bukan hanya di Makassar, rumah singgah yang sama juga didirikan di Pekanbaru, Semarang, dan Malang. Alfamart bekerja sama dengan YKAKI (Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia) sebagai pengelolanya. Mbak Ulfa menjelaskan kalau dana operasional rumah singgah ini, mulai dari sewa rumah, renovasi, perlengkapan rumah, sampai kebutuhan sehari-hari berasal dari dana Donasiku Alfamart.

Bukan hanya rumah singgah saja, dana Donasiku Alfamart juga disalurkan dalam berbagai bantuan yang lain, seperti penyaluran 1500 pasang sepatu, pembangunan jembatan, penyaluran kaca mata bagi anak kurang mampu, dan banyak lagi. Semua program sosial itu juga bukan asal-asalan dibuat, tapi resmi dengan SK Menteri Sosial. Penggunaan dananya pun tidak boleh main-main, karena selalu diaudit. Semua itu dilakukan Alfamart sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap dana Donasiku ini, agar tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran. 

Mendengar penjelasan mbak Ulfa, saya merasa lega. Alhamdulillah, ternyata dana donasi konsumen benar-benar sampai kepada yang membutuhkan, bukan masuk ke kantong perusahaan atau seperti selentingan-selentingan negatif yang sering saya dengar sebelumnya. Mungkin karena publikasi soal penyaluran donasi ini masih kurang, jadi banyak konsumen yang belum tahu, termasuk saya.

Berbagi Kasih di Rumah Singgah Pasien Kanker Anak

Jadi, apa itu rumah singgah pasien kanker anak? Rumah ini adalah rumah tinggal sementara bagi anak-anak penderita kanker dari luar kota Makassar, yang tidak punya tempat tinggal sementara mereka berobat di sini. Di kawasan Indonesia Timur, rumah sakit yang digunakan sebagai rujukan bagi anak-anak penderita kanker adalah Rumah Sakit Dr. Wahidin Soedirohusodo Makassar. Maka ndak heran kalau banyak pasien yang berasal dari daerah lain seperti Flores, Kendari, bahkan Sorong. Kebanyakan dari mereka ndak punya tempat tinggal atau keluarga di sini, sehingga harus kost, yang butuh biaya ndak sedikit juga. Padahal, sebagian besar dari para pasien tadi berasal dari keluarga kurang mampu. Untuk itulah, rumah singgah ini menawarkan tempat tinggal sementara secara gratis.



Seperti yang saya singgung di atas, rumah singgah ini dikelola oleh YKAKI, sebuah yayasan yang concern pada anak penderita tumor atau kanker. Ibu Nurul, ketua YKAKI Makassar, menjelaskan bahwa sejak dibuka tahun 2014 lalu sudah ada sekitar 96 anak yang pernah singgah di sini. Saat ini sendiri ada 12 anak yang sedang tinggal di sini. Pasien yang boleh tinggal di sini adalah anak-anak berusia 0-17 tahun. Tidak ada persyaratan khusus untuk bisa tinggal sementara di sini, cukup dengan mengisi formulir, diagnosis lengkap dari Rumah Sakit, dan fotokopi kartu keluarga. Bagi pasien berusia di bawah 2 tahun boleh didampingi oleh kedua orangtuanya, tapi bagi anak di atas usia 2 tahun hanya didampingi oleh ibunya.


Kebanyakan pasien yang tinggal di sini adalah penderita leukimia, dan sedang menjalani kemoterapi. Pasien pertama yang tinggal di rumah singgah ini bernama Maulida, yang tinggal selama dua tahun di sini. Syukurlah, dia sudah sembuh sekarang. Tapi sayang, beberapa anak tidak seberuntung Maulida. Mereka meninggal di tengah perjuangannya melawan kanker yang dideritanya. Ngilu hati saya saat mendengar Ibu Nurul dan Ibu Maryam, koordinator YKAKI, bercerita soal ini, sedih.

Bagi orangtua pasien, rumah singgah ini sangat membantu mereka. Selain karena mereka bisa menghemat biaya daripada sewa kamar kost, di sini mereka seperti mendapat keluarga baru. Karena mengalami hal yang sama, para orangtua pasien di sini pun saling menjadi support system. Bahkan kadang ada yang sebetulnya punya keluarga di Makassar, tapi lebih memilih tinggal di sini, karena dukungan yang didapat dari sesama keluarga pasien dan pengurus yayasan.

Oya, di rumah singgah ini juga dilengkapi fasilitas sekolah, yang dinamakan Sekolahku. Memang bukan berupa sekolah formal, lebih mirip semacam home schooling lah. Kurikulum dan waktu belajarnya disesuaikan dengan kondisi anak. Ada 3 orang pengajar dan beberapa volunteer yang sering datang membantu. Makanan untuk anak-anak di sini juga sangat dijaga. Ndak boleh pakai MSG atau sejenisnya, dan harus selalu fresh. Buah-buahan juga ndak boleh ketinggalan tiap hari. Air minum pun harus air mineral yang terjamin, bukan asal beli. Kalau waktunya berobat ke Rumah Sakit, disediakan juga kendaraan untuk antar jemput dari rumah singgah ke rumah sakit. "Semua ini tidak akan terwujud kalau bukan dari donasi konsumen Alfamart," ujar Ibu Nurul.

*****

Hari berganti siang. Sepanjang pagi saya melihat banyak hal di rumah ini. Recehan seratus dua ratus perak yang kita donasikan lewat Alfamart, ternyata bisa mewujudkan sesuatu yang sangat membantu dan berarti buat orang lain. Jadi, jangan suudzon dan jangan percaya lagi deh kalau ada yang bilang uang donasi konsumen digunakan secara menyimpang. Kalau perlu, perbanyak donasimu. Bersedekah itu ndak ada ruginya, betul?

Bersama pasien, pengurus yayasan,
dan pegawai Alfamart

Komentar

  1. Aku salah satu pelanggan setia Alfamart, Mbak. Pernah juga sih ada kasir yang cerita kalau sering dapat tanggapan nggak bagus misal nawarin donasi ini. Tahunya ini benar2 didonasikan ya. Harusnya yang kayak gini banyak dishare nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa, saya juga baru tau. Padahal programnya bagus banget dan ndak asal-asalan. Publikasinya ada sih, cuma masih kurang dan kalah sama berita-berita negatif yang belum tentu bener juga.

      Hapus
  2. Karena berbagi tidak pernah rugi, setuju?

    BalasHapus
  3. Saya pernah datang ke YKAKI di Jakarta mba, Alhamdulillah ya kalau receh yang dikumpulkan bisa bermanfaat bagi yg membutuhkan. Biar makin semangat lagi menyumbang dengan nominal lebih besar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul. Yang keliatannya sepele, ternyata bisa bawa banyak manfaat buat oranh lain. Semoga rezeki kita dimudahkan supaya bisa donasi lebih banyak lagi...

      Hapus
  4. Benar.. mungkin karena kurang publikasi saja. Saya juga baru tahu setelah baca ini. Makasih infonya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jarang sekali orang tau memang mbak. Selain karena publikasinya kuramg, orang juga cenderung lebih suka bikin asumsi sendiri ketimbang tanya-tanya faktanya hehehe

      Hapus
  5. wah keren, sewajarnay kalau donasi itu benar2 diwujudkan ya, salut buat alfamart

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, ternyata memang benar-benar tersalurkan dengan baik..

      Hapus
  6. wah, makasih banyak lho mbak infonya... kebetulan aku tuh anaknya tukang jajan dan sering banget ke alfamart, paling ngga walaupun cuma beli teh kotak doang. :P

    aku ga tau soal penyaluran donasinya ini dikemanain karena biasanya staff-nya juga ga bisa menjelaskan lebih lanjut dan jarang ada woro2 atau kaya semacam flyer soal ini. makanya info ini berguna banget, jadi paling ngga terbuka sedikit deh pikirannya kemana donasi alfamart ini disumbangkan. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya ada sih flyernya dipasang di toko. Sayang ukurannya kecil dan ketutup sama iklan promo (yang lebih menarik buat konsumen hihihi)

      Hapus
  7. Beruntungnya anak-anak yang masih bisa diberikan gizi yang cukup. Banyak anak-anak Indonesia diluar sana yang belum bisa mendapatkan hak mereka di usia mereka. Banyak menjadi korban perceraian, perang antar suku, bencana, sehingga mereka tidak bisa menikmati masa bermain mereka. Bahkan banyak diantaranya yang ditelantarkan, dibuang, sehingga gizi juga tidak tercukupi. Namun ada UNICEF lembaga PBB dunia yang bergerak di bidang sosial perlindungan anak-anak dan perempuan. Mereka sudah lama menjaga anak-anak Indonesia dan membantu mendapatkan hak mereka, kita pun juga bisa membantunya dengan donasi melalui mereka. Tapi banyak dari kita yang takut donasi di UNICEF karena takut tidak tahu cara berhenti donasi UNICEF. Padahal itu perkara yang mudah kok, yuk bergerak bantu anak-anak Indonesia.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer