Reply 1988, Rekomendasi Drama Korea Untuk Pemula


Sudah lebih dari tiga bulan sejak Covid 19 ditetapkan sebagai pandemi dan mengubah ritme hidup hampir semua orang. Yang dulunya sibuk di luar rumah, sekarang lebih banyak #stayathome atau malah hampir nda pernah keluar rumah sama sekali kecuali ke warung tetangga atau ke minimarket dekat rumah, seperti saya. Karena bosan di rumah terus, sebagian besar orang pun punya hobi baru, salah satunya nonton drama Korea, alias drakor, yang kata PLN jadi alasan naiknya tagihan listrik secara drastis. Yakali

Saya sendiri bukan die hard fan drakor. Sampai sekarang baru beberapa judul yang sudah saya tonton. Saya bukan tipe yang rela begadang semalaman nonton beberapa episode nonstop. Bahkan kadang saya satu episode saja baru selesai setelah tiga sampai empat kali menonton. Dicicil, gitu. Rata-rata berlalu dengan kesan biasa-biasa saja. Bagus pas ditonton, tapi pas selesai ya udah, lewat gitu aja  Sejauh ini, baru tiga judul yang benar-benar berkesan buat saya, salah satunya Reply 1988. Kamu belum pernah nonton drakor? Then you might wanna try to watch this one.

Reply 1988 ini bukan drakor baru. Tayang tahun 2015, dan merupakan seri terakhir dari serial Reply yang sebelumnya, Reply 1997 dan Reply 1994. Meskipun begitu, ketiga serial Reply ini ndak saling berhubungan. Jadi meskipun belum nonton dua serial Reply sebelumnya, langsung nonton Reply 1988 ndak bakal bingung karena masing-masing berdiri sendiri. Saya juga belum nonton dua seri Reply sebelumnya, dan katanya sih, 1988 ini yang paling bagus. Jadi saya belum kepikiran mau nonton yang 1997 dan 1994.

Reply 1988 terdiri dari 20 episode dengan waktu tayang 90-110 menit tiap episodenya. Panjang ya? Memang di episode-episode awal alur ceritanya terasa lambat. Kalau kamu terbiasa dengan serial atau film yang intens sejak awal, mungkin kamu akan merasa sedikit bosan di episode-episode pertama. Saya begitu soalnya, hihihi. Di tiga episode pertama saya ndak terlalu mengikuti ceritanya. Baru di episode empat mulai menikmati dan terpesona dengan ceritanya. 

Cerita Yang Sederhana dan Masuk Akal

Salah satu alasan bagi mereka yang mengaku belum tertarik nonton drakor adalah ceritanya yang terlalu mengawang-awang. Cerita klasik tentang orang dari kalangan biasa, biasanya perempuan, yang bertemu dengan orang kaya, lalu jatuh cinta dan dibumbui dengan intrik-intrik yang bikin emosi. Padahal sebenarnya banyak sekali drakor yang ndak begitu modelnya, tapi drakor yang booming di TV Indonesia awalnya yang model-model begitu. Kalau bukan intrik si kaya dan si miskin, yang biasanya bikin malas terutama buat para laki-laki, adalah kisah cinta yang terlalu uwu. Too good to be true. Terlalu berbunga-bunga dan bikin tersipu-sipu. Padahal hey, hidup nda seromantis itu, tau! *Eh kok emosi*

Kegiatan favorit : nonton film di kamar Taek.

Cerita-cerita seperti itu, ndak akan kamu temui di drakor ini. Reply 1988 mengisahkan tentang 5 sahabat sejak kecil yang hidup bertetangga di sebuah gang di daerah bernama Ssangmun-dong, Seoul. Mereka adalah Jung Hwan, Sun Woo, Taek, Dong Ryong, dan satu-satunya perempuan di geng itu, yang merupakan lead female di serial ini, Deok Sun. Mereka ini anak-anak sederhana dengan permasalahan-permasalahan sederhana khas remaja kompleks. 

Cerita yang dibangun di Reply 1988 sederhana, ndak ribet, dan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita. Diteriakin emak dari rumah waktu main di rumah teman karena disuruh pulang makan, disuruh emak antar makanan ke tetangga, nonton TV sama-sama, para emak kongkow-kongkow di depan rumah ngerumpi sambil petik-petik sayur, naksir teman sendiri, emak marah-marah karena rumah berantakan, ledek-ledekan ndak jelas sama teman, adalah beberapa dari sekian adegan yang membuat hati hangat saat menontonnya.

Tanpa Tokoh Antagonis

Ndak seperti kebanyakan drakor lain yang ada tokoh baik dan tokoh jahat yang bikin emosi sampai netizen terbawa suasana dan marah-marah di akun media sosial pemerannya, di Reply 1988 ini ndak ada tokoh antagonisnya. Tokoh yang ngeselin, iya ada. Tapi ndak jahat. Ngeselinnya juga di beberapa bagian doang, karena pada dasarnya si tokoh ini baik. Karakter-karakter di drakor ini adalah orang-orang biasa dengan kelebihan dan kekurangannya. Ya seperti kita-kita yang orang biasa ini lah.

Keluarga Deok Sun

Meskipun pusat ceritanya adalah Deok Sun dan empat sahabatnya, tapi keluarga dari masing-masing anak ini juga merupakan karakter penting dan kuat di serial ini. Deok Sun yang periang dan selebor tinggal bersama orangtuanya, kakak perempuannya, Bo Ra yang jutek tapi baik, dan adik laki-lakinya, No-eul yang canggung. Jung Hwan yang kalem tinggal bersama orangtua dan kakaknya, Jung Bong yang punya hobi yang aneh-aneh. Sun Woo yang ramah hanya punya ibu dan adik perempuan yang masih kecil, Jinjoo. Taek yang pendiam hanya tinggal berdua dengan ayahnya yang sama pendiamnya. Sedangkan Dong Ryong yang paling gesrek di antara mereka berlima hanya tinggal dengan ayah ibunya. Para anggota keluarga ini punya karakter yang unik dan permasalahan masing-masing yang membuat drama ini semakin menarik. 

Nostalgia

Sesuai judulnya, latar waktu Reply 1988 ini adalah di tahun 1988-1994. Bagi kalian yang besar di era 90an, serial ini penuh dengan adegan-adegan yang membawa nostalgia. Dengar musik pakai walkman, rebutan telepon rumah, masak pakai kompor minyak, nungguin surat dari pak Pos, TV-nya masih TV tabung tanpa remote, nonton film dari kaset VHS, main ding-dong, dan banyak lagi.

Nilai-nilai Persahabatan

Karena ini adalah drama tentang lima sahabat, tentu banyak nilai tentang persahabatan yang bisa dipetik. Bagaimana saling mendukung antar teman, menemani saat mereka sedang galau, apa adanya, kalau jelek bilang jelek, kalau bagus jangan segan memuji, mengingatkan kalau mereka salah. Gaya bercanda dan berinteraksi antara Deok Sun dan teman-temannya ndak ada jaim-jaimnya, bahkan cenderung barbar, hahaha. 

Geng orang tua

Yang menarik, geng sahabat di Reply 1988 ini bukan hanya anak-anaknya saja, tapi emak-emaknya juga. Trio Il Hwa (emaknya Deuk Sun), Mi-Ran (emaknya Jung Hwan), dan Sun-Young (emaknya Sun Woo) juga ndak kalah seru. Curhat-curhatan soal anak dan suami sambil masak sama-sama, khawatir waktu salah satunya sakit, sampai ikut emosi waktu salah satunya diperlakukan buruk sama mantan mertua. Judulnya, tetangga rasa saudara. Kamu masih merasakan seperti itu di lingkungan tetanggamu? Alhamdulillah, saya masih menemukan itu di lorong tempat tinggal saya ini.  

Nilai-nilai Keluarga

Seperti yang saya bilang di atas, meskipun pusat ceritanya adalah Deok Sun dan kawan-kawan, tapi cerita keluarga mereka juga adalah inti dari serial ini. Banyak nilai-nilai keluarga yang bisa diambil di sini. Tentang hubungan ayah dan anak, tentang ibu dan anak, tentang kerja keras seorang ayah, tentang harapan seorang ibu, tentang suami dan istri, tentang perjuangan orangtua tunggal, dan juga tentang hubungan antar saudara. 

Keluarga Jung Hwan

Meskipun Reply 1988 ini banyak adegan yang bikin ketawa sekalipun jokes-nya garing, tapi banyak juga bagian-bagian cerita yang bikin saya terharu. Yang paling bikin saya menangis berderai-derai sih waktu Bo Ra menikah. Bagaimana Bo Ra dan ayahnya yang kelihatannya ndak terlalu dekat, tapi sebenarnya sangat saling menyayangi, cuma ndak bisa menunjukkan. Waktu Bo Ra dan ayahnya membaca surat masing-masing, karena ndak sanggup ngomong langsung, duh, saya beneran terharu. I literally had to pause for a while, saking mewek parahnya.

Kisah Cinta Tak Terduga

Kisah Reply 1988 diawali dengan Deok Sun dewasa yang sedang diwawancarai bersama suaminya. Jadi ceritanya, drama ini adalah tentang Deok Sun yang sedang menceritakan kisah masa lalunya. Si suami ini adalah teman masa kecilnya, salah satu dari empat sahabat laki-lakinya itu. Tapi sampai menjelang episode terakhir ndak ketahuan tuh siapa si suami ini. Karena pemeran Deok Sun dan suaminya versi dewasa berbeda dengan pemeran versi remaja, dan ndak ada mirip-miripnya. Jadi sepanjang cerita kita dibuat menebak-nebak, si Deok Sun ini jadinya sama siapa? Kode-kodenya bertebaran sepanjang cerita, tapi endingnya bikin gemes. Hahaha. Moral of the story: kalau suka sama orang, bilang. 

Selebor begini tapi yang naksir banyak.

Overall, Reply 1988 adalah drama Korea terbaik yang pernah saya tonton. Ceritanya yang sangat relatable dengan kehidupan sehari-hari membuatnya sangat berkesan buat saya. Tiga episode terakhir ritmenya agak tergesa-gesa sih menurut saya, tapi ndak merusak esensi dari ceritanya, kok. Akting pemerannya natural dan ndak dipaksakan. Kalau di kebanyakan drakor lain lead female-nya digambarkan cantik dan anggun, di sini Deok Sun ndak ada anggun-anggunnya. Lee Hye-Ri sukses memerankan Deok Sun yang cenderung norak dan gesrek, hahaha. Nonton ini tuh bikin saya ketawa, gemes, nangis, lalu ketawa lagi. Buat kamu yang masih ragu-ragu mau mulai nonton drakor, cobalah nonton ini. Nicholas Saputra aja suka, loh. #eh. Buat yang sudah nonton, bagian favorit kalian yang mana?


Komentar

  1. Saya belum tertetik nonton drakor, sesekai ikutan ji sama suami yang nonton tapi paling dua puluh menit.

    Tapi saya kagum sama cara mereka mengemas cerita. Nilai keluarga yang ditawarkan juga bagus, sesuai sama kita

    BalasHapus
  2. Aku pemula gak ya buat drakor hihihi, udah klik judul ini beberap akali sih tapi trus aku close lagi, tapi jadi penasaran pingin lihat juga reply 1988 apalagi banyak yg review bagus juga

    BalasHapus
  3. Aku belum nonton tapi sudah tahu Reply 1988 ini slice of life. Lagi ikut drama on going sih, jadi belum bisa maraton. Sudah banyak yang rekomendasiin

    BalasHapus
  4. AKu tergelitik banget sama judulnya nih, mbak hihihihi :) Ada juga ternyata nonton drakor untuk pemula hihihi... Aku bukan penggemar drakor sih dan rupanya belum tertarik untuk menikmatinya. Memang ada hal2 bagus nilai2 kehidupan di setiap serialnya ya mbak. Tema percintaan dan persahabatan plus ada komedi suka bikin ketawa dan termehek2 :D

    BalasHapus
  5. Saya bukan penggemar drakor, jadi sekedar nurutin pengen bisa nonton reply 1988 ini aja ya. Yang nggak ada tokok jahatnya, tapi tetap ada cinta cintaannya ya

    BalasHapus
  6. Buanyak yg rekomen ini yaaa
    Dian Sastro dan NicSap juga rekom.
    Aku belum nonton euy!

    BalasHapus
  7. Aku suka drakor yg modern, byk yg bilang drakor ini bagus, dan related bgt sm kehidupan thn itu. Tapi karena jadul aku jadi kurang excited aja. Wkwkwk

    BalasHapus
  8. Duh aku baru nonton episode awal nih mba. Kayaknya harus aku tonton lagi nih mba mulai episode dua deh. Udah banyak yang rekomendasi

    BalasHapus
  9. Aku belum pernah nonton drama ini, tapi kayaknya cocok nih buatku. Dramanya ringan dan tidak ada peran antagonisnya. Terus drama tentang persahabatan dan keluarga. Cakeeep...

    BalasHapus
  10. Belum nonton seri drakor ini. Karena sudah terbiasa dengan drakor dengan kisah cinta menggebu-gebu, tokoh baik dan jahat yang berseberangan, sepertinya saya butuh penyesuain untuk menonton remply 1988 :)

    BalasHapus
  11. Aku baru nonton episode satu karena penasaran banyak diomongin dan penulis serta sutradaranya sama dengan Hospital Playlist dan Prison Playbook yang ciamik..

    BalasHapus
  12. Banyak pesan bermanfaat yang bisa kita ambil dari drakor ya. Bisa ambil nilai-nilai dalam keluarga, nilai persahabatan dan nilai positif lainnya.

    BalasHapus
  13. Waktu baru nonton eps.1, saya langsung suka sama pemeran Sun Woo. Manisss bingiitss, heheh..
    *sorry, saya emang anaknya mudah jatuh cinta =))

    Sekarang saya udah di eps.7 dan udah bisa nebak yang jadi suaminya Deok Sun siapa... :P

    BalasHapus
  14. Saya pernah nonton ini, tapi gak sampai tuntas. Itupun nontonnya sambil beraktivitas yang lain. Nanti deh kapan-kapan coba nonton lagi. Pastinya drakor yang ini memang jadi kayak mengingatkan masa lalu :D

    BalasHapus
  15. Wah, drakor. I have so much stock hahaha. This title make me curious to watching. Maybe i want to know and then i am sure choose the title. Now drakor i am still watch the Hyun Bin Drama or Film sih

    BalasHapus
  16. Udah beberapa kali baca review reply 1988 ini, menarik, tapi belum sempet aja nih...

    BalasHapus
  17. Keknya menarik banget ya reply 1988 ini. Btw, untuk tokoh antagonis ini aku setuju banget loh. Hampir semua drakor yg aku tonton pemeran antagonisnya gak ada. Kalaupun ada pasti ada latar belakang yg digambarkan sehingga penonton bs empati. Makanya aku suka nonton drakor untuk bs liat sudut pandang itu

    BalasHapus
  18. Ya ampun untuk pemula. Saya banget dong ini. Udah masuk list yang mau ditonton sih. Cuma belum sempat aja nih nontonnya, nunggu waktu luang.

    BalasHapus
  19. Hahhaa...Deok-sun ini perhatian siih...meski slebor.
    Jadi inget yaa...anak-anak generasi 90an itu tipikal kayak gini nih...nurut dan manis.

    Paling suka adegan sama Jung-pal benernya...
    Tapi apa mau dikata...jodoh memang tidak selalu yang penonton inginkan.
    Hahhaa...

    BalasHapus
  20. Wah sebagai pemula di perdrakoran apakah aku berarti harus menonton drakor ini. Hahahaha.

    BalasHapus
  21. Nonton ini PR banget buat aku mba hehhehe. Rekomendasi drama keren ya yang apa adanya ya begini realnya kehidupan kita.

    BalasHapus
  22. Belum nonton drakor ini nih, masukin list dulu ah tar kalau udah selesai lanjut ini

    BalasHapus
  23. HUWAAAAA AKU SUKA BANGET SAMA DRAKOR INI MAAAAK. Udah nonton 2x dan rasanya pengen ngulang nonton lagi. Pas bapaknya deoksun pensiun tuh, yang semua tetangganya dateng rayain di restoran, iiiihhhhh nangiiiisssss bombaayyyy sedih beneeerrrrr

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer