Regrow Sayuran, Cara Seru Mengisi Ramadhan



Tidak terasa bulan Ramadhan sudah menyapa kembali. Masih seperti tahun lalu, Ramadhan kali ini dilewati di tengah pandemi Covid-19 yang belum selesai juga. Tahun ini shalat Tarawih berjamaah sudah diperbolehkan lagi. Acara buka bersama pun sepertinya sudah banyak dilakukan lagi. Tapi kalau saya sih, masih lebih memilih untuk di rumah saja. Masih agak ngeri rasanya pergi di kerumunan orang.

Untuk mengisi waktu selama Ramadhan, banyak hal yang bisa dilakukan. Bagi saya, hari-hari Ramadhan sebenarnya bisa dibilang sama saja dengan hari-hari biasa. Bedanya cuma waktu masak dipindah ke saat sahur dan menjelang buka puasa. Selain itu hampir tidak ada bedanya. Selama seminggu awal Ramadhan ini Kirana, anak saya, libur sekolah. Eh, PJJ ding, kan belum masuk sekolah lagi. Anaknya libur, emaknya juga senang karena bisa leyeh-leyeh agak lama. Pusing juga ternyata ngajarin anak tiap hari, tuh.

Menonton drama Korea, atau film di layanan streaming legal, belajar bahasa asing dari Youtube dan internet, serta berkebun di rumah adalah cara saya menghabiskan waktu setelah semua urusan rumah selesai dikerjakan. Biasanya pagi setelah membersihkan rumah, saya akan sibuk di samping dan teras rumah menyapa tanaman-tanaman saya. Begitu pun sore hari, setelah selesai menyiapkan buka puasa, saya akan sibuk melihat-lihat lagi tanaman-tanaman saya, baik tanaman hias maupun sayuran.

Saya mulai berkebun sejak awal pandemi tahun lalu. Kegiatan urban farming mulai populer beberapa tahun belakangan, dan menjadi tren sejak pandemi sebagai kegiatan mengisi waktu di rumah saja. Dengan modal nekat dan sok tahu, saya membeli beberapa bibit sayur dan media tanam. Lahan pun saya ndak punya, hanya mengandalkan pot dan polybag saja. Pelan-pelan saya belajar tentang bagaimana merawat tanaman, dari memilih benih yang baik, menyiapkan media tanam yang subur, kapan harus diberi pupuk, jenis pupuk yang bagus, cara membasmi hama, sampai cara membuat kompos sendiri. 

Melihat tanaman mulai berbuah, sungguh menyenangkan.

Berbagai jenis sayuran saya tanam. Kangkung, bayam, sawi, cabai, tomat, terong, mentimun, sampai bumbu dapur seperti lengkuas, jahe, kunyit, dan serai. Beberapa berhasil tumbuh subur, beberapa lainnya gagal tanam. Setelah mencoba sendiri, saya baru sadar kalau berkebun itu susah-susah gampang. Bukan cuma sekadar tanam, siram, selesai. Perkara menumbuhkan tanaman itu satu hal, tapi menjaga mereka tetap sehat sampai panen itu hal yang lain lagi. 

Sering saya alami, awalnya si sayur tumbuh subur dan sehat. Daunnya hijau segar dan rimbun. Eh, tiba-tiba dia layu, lalu mati. Yang lebih menyakitkan hati kalau dia sudah mulai berbunga. Duh, sudah membayangkan sebentar lagi bakalan panen, eh, ndak tahunya malah mati kena hama. Yah, namanya juga makhluk hidup. Harus dirawat dengan baik dan penuh kasih sayang. Kalau dipikir-pikir, repot amat ya, tanam sayur berminggu-minggu baru bisa dipanen. Padahal kalau beli di tukang sayur juga harganya ndak seberapa. Tapi ada kepuasan tersendiri saat memanen sayuran yang kita tanam sendiri. Ditambah lagi dengan menanam sendiri, kita bisa yakin kalau sayuran yang kita makan bebas bahan kimia yang berbahaya.

Panen.

Banyak manfaat yang saya dapat dari berkebun. Selain mendapatkan sayuran segar dan sehat untuk keluarga, berkebun mengajarkan saya untuk lebih bersabar. Terutama di bulan Ramadhan begini, berkebun sangat membantu mengalihkan pikiran dari hal-hal yang tidak perlu dipikirkan. Melihat daun-daun yang hijau membuat saya merasa lebih segar. Berkebun juga membuat saya lebih peduli dengan lingkungan. Kalau dulu sampah sisa sayur dan makanan saya buang begitu saja, sekarang saya manfaatkan untuk membuat kompos atau pupuk organik cair, atau ditanam kembali.

Regrow Your Vegetables

Selain menanam dari benih, ternyata kita juga bisa menanam kembali sisa sayur yang tidak kita gunakan. Ada beberapa jenis sayur yang bisa ditanam kembali, seperti sawi, pakcoy, selada, daun bawang, seledri, juga bawang-bawangan. Metode regrow ini juga saya lakukan untuk beberapa jenis sayur. Bagian yang ditanam adalah pangkal atau bonggolnya. Kan biasanya kalau masak sayur dibuang tuh bonggolnya. Rendam bonggol sayur dalam sedikit air sampai keluar akarnya, lalu pindahkan ke media tanam. Atau kalau mau langsung ditanam di media tanam juga bisa. 

Regrow serai. Mulai muncul daun setelah beberapa hari.

Kalau dari pengalaman saya, untuk daun bawang biasanya saya rendam dulu, baru saya pindahkan ke media tanam jika akarnya sudah muncul. Tapi untuk serai dan bawang-bawangan, biasanya langsung saya tanam di media tanam. Untuk seledri, beli yang masih ada akarnya, baru bisa ditanam. Media tanam yang saya pakai adalah campuran tanah subur, pupuk kandang, dan sekam bakar. Kalau malas meracik media tanam sendiri, sekarang sudah banyak kok media tanam siap pakai yang dijual. 

Daun bawang hasil regrow.

Menurut saya sih, metode regrow ini lebih cepat tumbuhnya daripada tanam dari benih. Selain itu menanam kembali sisa sayuran lebih mudah daripada menanam dari benih. Beberapa kali saya mencoba menanam selada dari benih tapi ndak pernah berhasil, pas saya coba regrow, eh berhasil tumbuh. Sayangnya akhirnya si selada mati karena akarnya busuk akibat terlalu semangat menyiram, hahaha. 

Meskipun mudah tumbuh, tetap harus dirawat juga, ya. Harus tetap diperhatikan pupuknya, penyiramannya, dijaga dari hama, serta harus mendapatkan sinar matahari yang cukup. Soal pupuk dan pestisida, saya lebih memilih menggunakan pupuk dan pestisida alami, supaya sayuran lebih aman dan sehat dikonsumsi. Nah, tertarik untuk mencoba? Mulai sekarang, jangan buang sisa sayuran, yuk, ditanam kembali. Kan lumayan ndak perlu sering-sering beli. Terus juga bisa berbagi dengan tetangga kalau ada yang butuh, itung-itung #pupukpahala selama bulan suci, kan?




Berintani.id Sebagai Sumber Informasi Urban Farming

Berkebun bisa dilakukan di mana saja. Tidak perlu khawatir jika lahan yang kita miliki terbatas. Kita bisa berkebun menggunakan pot, polybag, karung, atau wadah bekas. Tidak perlu bingung karena tidak punya tanah, 'kan sudah banyak dijual media tanam siap pakai. Atau, kalau tidak mau menggunakan tanah, bisa juga berkebun dengan menggunakan media air seperti hidroponik. Pupuk dan perlengkapan berkebun yang lain juga semakin mudah didapatkan sekarang. Bahkan bisa didapatkan melalui e-commerce



Informasi mengenai cara bercocok tanam pun semakin mudah ditemui. Salah satunya melalui portal berintani.id, atau melalui Instagram @berintani.id Di sini kita bisa mendapatkan berbagai informasi seputar bercocok tanam, pupuk, agrikultur, dan info pangan yang sangat bermanfaat bagi generasi muda yang ingin belajar mengenai urban farming. Jadi langsung aja difollow dan kepoin informasi bercocok tanam di sana, ya.

Kita juga bisa dapat berbagai ide seputar berkebun yang bisa kita lakukan selama Ramadhan ini. Apalagi sekarang lagi ada Berintani Challenge. Di sini kamu bisa memilih salah satu dari tujuh ide mengisi Ramadhan dengan positif. Misalnya bercocok tanam dengan cara regrow sisa sayuran, seperti yang saya tulis dan lakukan di atas.




Nah, daripada bingung mau ngapain selama Ramadhan ini, mengapa tidak mencoba berkebun juga? Selain mengisi kesibukan, kalau dikerjakan secara serius berkebun juga bisa jadi ladang penghasilan tambahan lho. Yuk, mulai #tanamkebaikan di rumah!

Komentar

  1. aku jug alami betapa berkebun itu tak semudah apa yg diomongin orang, yuk berkebun gampang kok. hiii tp ternyata susah. butuh usaha dan perjuangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. tips berkebun dan urban farming bisa dibaca di portal berintani.id :)

      Hapus
    2. Iya, mba. Harus telaten ternyata ngurus tanaman tuh. Ga cuma sekadar disiram tiap hari.

      Hapus
  2. Saya pun masih termasuk yang ngeri bersosialisasi yang melibatkan orang banyak. Kita gak tahu apakah akan menularkan atau dituarkan. Karena vitus itu kerjanya aneh banget. Jadi milih di rumah aja selama puasa. Nah saya pun melakukan regrow daun bawang dan kankung di pot. Hasilnya dikit sih tapi lumayan untuk membunuh bosan selama di rumah saja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk follow instagram @berintani.id dan ikutin challenge berintani untuk mengisi waktu luang selama ramadhan :)

      Hapus
    2. Saya pernah nyobain regrow kangkung juga tapi belum pernah berhasil. Emang hasilnya ga seberapa kalo cuma di pot, tapi lumayanlah untuk menghabiskan waktu.

      Hapus
  3. Kemarin aku lihat postingan beritani di IG kan. Ternyata cangkang telur tuh bisa diblender ya? 😂😂 aku diajarin ibu disuruh nguleg manual bok. Ya Allah 😪😪

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting mah dihalusin. Kalo kuat pake cobekan ya gapapa, hehehe. Kalo saya malah biasa diremas-remas doang sampe hancur.

      Hapus
  4. Informasinya menarik banget nih tentang regrow. Pandemi covid-19 ternyata ada hikmahnya juga ya, membuat orang-orang menggemari hobi baru, salah satunya yaitu urban farming.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mau ga mau harus beradaptasi dengan kondisi, salah satunya cari hobi baru. Yang bermanfaat pastinya.

      Hapus
  5. aku pernah berhasil regrow daun gingseng dan sampai sekarang tumbuh subur

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, keren... Saya belum pernah liat tanaman ginseng. Jadi pengen nyobain tanam juga...

      Hapus
  6. Boleh dicoba nih mba
    ibu mertuaku termasuk demen banget bercocok tanam.
    dan sekarang mau coba re-grow juga ahhh.
    makasii ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya silakan dicoba, mba. Lebih gampang daripada tanam dari benih kalo kata saya mah..

      Hapus
  7. Ah iya yah ... seringnya ji saya buang-buangi pangkal daun bawang padahal bisa di-regrow ya. Ndak pernah saya ngeh dengan hal ini, baru setelah membaca tulisannya Ayi ini terpikir. Thank you for sharing, Ayi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iye kak. Direndam air saja bisa tumbuh, tapi biasa busuk lama-lama. Jadi sebaiknya tetap dipindah ke tanah.

      Hapus
  8. Ini mi yang disebut plantdemi. Kegiatan yang hits karena adanya pandemi.

    Kalo saya gak telaten anaknya. Itu aja bunga2 yang Mamiku tanam dan bawa ke rumahku sebagai pemanis, akhirnya mati satu persatu, atau kalo tidak ya dimakan kucing daunnya, hehhe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Deh saya dulu juga nda tahan urus tanaman. Ndataumi akhirnya suka juga. Hehehe

      Hapus
  9. saya juga suka bertanam walau cara bertanamnya belum terlalu tertata hehehe. Pengalaman regrow adalah daun bawang. Kalau kangkung karena punya banyak benih, jadi nggak pernah regrow. Pernah coba regrow bawang bombai tapi belum berhasil :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Paling gampang memang regrow daun bawang ya, mba. Ga diapa-apain juga tumbuh. Cepat lagi tumbuhnya.

      Hapus
  10. Aku belum benar-benar berhasil utk penerapan regrow ini
    Padahal kalau dilihat sepertinya simpel. Bicara soal tanaman saya juga pernah ngalamin tuh sedih banget rasanya.liat
    daunnya hijau segar tumbuh baik dan rimbun. Tiba-tiba dia layu, lalu mati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyesek yaa, kalo liat tanaman tiba-tiba mati tuh. Kayak patah hati..

      Hapus
  11. Aku belum pernah nerapin regrow ini, thanks pencerahannya Mbak Ayi..ku coba nanti. Dan informasi mengenai cara bercocok tanam di portal berintani.id dan akun terakit mesti kukepoin nih..beneran lihat ijo-ijo di rumah saat lebih sering di rumah aja bisa release stres kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mba. Karena masih belum berani piknik ke tempat yang ijo-ijo, jadi tanam aja sendiri ijo-ijo di rumah.

      Hapus
  12. Wah, asyik nih bisa dapat banyak informasi seputar bercocok tanam dari berintani.id

    Aku sekali-kalinya nanam cabe, ketika bisa memetik hasilnya bangga minta ampun deh. Kemudian gak pernah berhasil lagi nih, gagal terus nanam apa pun, kurang telaten sepertinya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seneng ya mbak kalo udah berhasil panen meskipun hasilnya ga seberapa...

      Hapus
  13. urban farming ini emang lagi trend ya mbak, nggak harus punya lahan luas, tetap bisa berkebun. Dan menurut saya, bertanam itu memang seperti merawat bayi, nggak bisa cuma tanam/sebar benih terus di tinggalin aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, betul. Seperti mengurus anak, dari bayi sampai dewasa. Harus penuh kasih sayang. Diperhatikan tiap hari.

      Hapus
  14. MashaAllah.. ada aja idenya nih mbak, akutuh kenapa ngga terfikir ya untuk mengisi ramadhan dengan cara seru seperti yang telah dilakukan mbak huhu sepertinya mudah ya untuk segera aku lakukan juga dirumah nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, cobain deh mbak. Menyenangkan loh...

      Hapus
  15. waah sayurnya segar segar mbak
    senangnya bisa berkebun seperti ini mbak
    kegiatan berkebun sangat bermanfaat untuk mengisi waktu saat puasa ya mbak
    bisa makan sayur hasil tanam sendiri pasti enak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang jelas lebih segar kalau sayur hasil panen sendiri. Karena langsung diolah begitu dipetik. Hehe

      Hapus
  16. Nah aku pernah tuh ikutin drakor nanam daun bawang vas pakai air gitu, berhasil si tapi lama2 layu juga. Ternyata harus dipindahkan ke media tanam juga ya pada akhirnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kalo ga dipindah lama kelamaan busuk akarnya. Jadi tetap harus dipindah ke media tanam.

      Hapus
  17. Menarik banget ya Mbak berkebun ini. Tapi aku tuh sering gagal nanem-nanem. Huhu. Jadi kalau habis gagal nunggu waktu lagi buat move on. Hahaha.
    Berintani.id menarik juga nih kayaknya buat tambah-tambah ilmu berkebun :)

    BalasHapus
  18. Oh namanya regrow.. aku juga sering tuh nanam sisa sayur. LUmayan deh, pandan, serai, daun bawang sampai singkong juga ada tuh hasil dari sisa sayuran yg beli di tukang sayur. Cuma emang gampang2 susah ya. aku sampai sekarang belum sukses panen cabai.

    BalasHapus
  19. Berkebun tuh menarik tapi saya kalau berkebun tanamannya suka cepet mati, hehe . Kenapa yah?

    BalasHapus
  20. Sama kak..klo hobi brkebun sebenarnya udah lama cuma pas wfh jadi Lebih konsen nambah banyak Jenis tumbuhan ..

    Bbrp pot pun dari kaleng bekas juga

    BalasHapus
  21. Aku yg sukses regrow tuh baru umbi umbian ajaaaa.. jahe, temulawak, kunyit.. kl daun bawang dan sayur sayuran masih gagal nih.. huhu

    BalasHapus
  22. aku belum pernah eh pernah ding cabe doang tapinya mak secara gampang banget ini ditanam kalau sayuran gini susah masih bingung mau mulainya gimana
    tapi seru juga ya makan dari sayuran yang ditanam sendiri

    BalasHapus
  23. Selama ini kalau ada sisa hasil potong-potong sayur atau bahan makanan lainnya ya dibuang. Ternyata di-regrow gini bagus yaa..jadi meminimalkan sampah juga.

    BalasHapus
  24. naah ini yang dicari nih, solusi urban farming. bisa memanfaatkan lahan terbatas di rumah dan menghasilkan...

    BalasHapus
  25. Hasil regrow dn ditanam biasa gak beda yah kak, secara rasa dan segarnya?

    BalasHapus
  26. Hmm..hobby yg keren tawwa. Apalagi di masa pandemik ini. Bercocok tanam juga kadang2 jadi terapi utk berkontemplasi..

    BalasHapus
  27. Asik banget Mak hobi bercocok tanam kayak gini. Mama saya mulai rajin semenjak dapet info tanaman murah terus kalau udah tumbuh lebat dipotong-potongin dan di tanam lagi di pot lain. Seneng deh liat taman depan rumah sekarang rimbun banget wkwkwkwk

    BalasHapus
  28. Saya beberapa kali coba tanam daun bawang. Sekali bisa petik satu helai. Habis itu sulit sekali panen lagi. Entah dimana kesalahannya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer